Cara Membuat Halaman Page Pada halaman Blog

Sabtu, 08 Januari 2011

Page Number atau halaman page sering di buat agar blog nampak cantik dan mempermudah bari orang orang untuk mencari sebuah artikel atau jurnal dalam sebuah blog atau makalah. Lalu bagaimana kah cara membuat Halaman Page atau Number page ini? Ne saya ada sedikit tutorialnya, tapi kalau mau lihat dulu contoh page number ini lihat aja di paling bawah dalam blog saya www.makalahbiologiku.blogspot.com

Membuat Page Number
1. masuklah pada akun blog anda lalu klik dashboard anda
2. klik Rancangan atau layout anda
3. Lalu klik Edit HTML
3. jangan lupa ceklis Expand Template Widget
4. lalu cari kode ]]>
5. kalau sudah ketemu tepat di atas kode tersebut masuk kan kode ini

.showpageArea a {
text-decoration:underline;
}
.showpageNum a {
text-decoration:none;
border: 1px solid #cccccc;
margin:0 3px;
padding:3px;
}
.showpageNum a:hover {
border: 1px solid #cccccc;
background-color:#cccccc;
}
.showpagePoint {
color:#333;
text-decoration:none;
border: 1px solid #cccccc;
background: #cccccc;
margin:0 3px;
padding:3px;
}
.showpageOf {
text-decoration:none;
padding:3px;
margin: 0 3px 0 0;
}
.showpage a {
text-decoration:none;
border: 1px solid #cccccc;
padding:3px;
}
.showpage a:hover {
text-decoration:none;
}
.showpageNum a:link,.showpage a:link {
text-decoration:none;
color:#333333;
}

6. Lalu cari kode 
7. Kalau sudah ketemu letak kan kode di bawah ini tepat di atas kode 



READ MORE - Cara Membuat Halaman Page Pada halaman Blog

sejarah indonesia

Penulis : Hara Hope*

Dapatkah seseorang mencinta hanya karena sepotong mimpi? Mustahil. Namun, adikku semata wayang mengalaminya – setidaknya itu yang diakuinya.
Gadis yang dicintainya adalah Lala, adik sepupunya sendiri. Wajar, bukan? Bahkan, menjadi halal saat kedua orang tuaku kemudian berpikir untuk meminangnya.
Semua berawal dari penuturan Jamal. Ia bilang, ia memimpikan Lala sebagai gadis yang diperkenalkan Ibu kepadanya sebagai calon istrinya.
“Kami sudah saling mengenal, Bu,” kata Jamal dalam mimpi itu dengan malu-malu. Gadis itu pun mengangguk dengan senyum malu-malu pula.
Sebenarnya Jamal tidak terlalu meyakini gadis itu adalah Lala. Wajahnya samar terlihat. Namun, Jamal merasakan aura gadis itu cukuplah ia kenal. Hebatnya, ini diperkuat oleh ayah kami. Di malam yang sama, beliau bermimpi tentang Jamal yang duduk di kursi pelaminan bersama Lala! Apakah ini pertanda? Entah. Hanya saja, sejak itu aku merasakan pandangan Jamal terhadap Lala berubah.
Mereka sebenarnya teman bermain di waktu kecil, namun tak pernah bertemu lagi sejak remaja. Keluarga Lala tinggal jauh di Surabaya, sementara kami di Jakarta. Kami jarang berkumpul, bahkan saat lebaran, sehingga kenangan yang dimiliki Jamal tentang Lala adalah kenangan di masa kecil dulu sebagai abang yang kasih kepada adiknya. Kasih dimana sama sekali tak terpikirkan untuk memandang Lala sebagai gadis yang pantas dicintai, bahkan halal dinikahi. Namun, mimpi itu mampu menyulap semuanya menjadi…cinta (?).
Mari katakan aku terlalu cepat menyimpulkan sebagai cinta. Barangkali saja itu hanya pelangi yang tak kunjung sirna mengusik relung hati adikku. Pelangi yang mampu merubahnya menjadi sok melankolis hingga membuat kami sekeluarga khawatir melihat ia kerap termenung menatap kejauhan, untuk kemudian mendesah perlahan.
“Mungkin kau harus menemuinya di Surabaya,” kata Ibu.
”Rasanya tak usah, Bu. Masak hanya karena bunga tidur aku menemuinya,” jawab Jamal.
”Barangkali saja itu pertanda.”
”Bahwa Lala jodoh saya?”
”Bukan. Bahwa sudah lama kau tak mengunjungi mereka untuk bersilaturahmi. Biar nanti Mbakmu dan suaminya yang menemanimu kesana.”
Jamal tertegun sejenak untuk kemudian mengangguk.
Wah, pintar sekali Ibu membujuk. Padahal tanpa sepengetahuan adikku yang pendiam itu, Ibu menyerahi kami tugas untuk ”meminang” Lala. Ibu betul-betul yakin mimpi itu sebagai pertanda sehingga memintaku menanyakan kepada Lala tentang kemungkinan kesediaannya dipersunting Jamal.
”Kenapa tidak minta langsung saja pada Paklik? Biar mereka dijodohkan saja,” kataku waktu itu.
”Ah, adikmu itu takkan mau.”
”Tapi…”
”Sudahlah. Ibu tahu Jamal belum terlalu dewasa. Kuliah saja belum selesai. Tapi setidaknya ia memiliki penghasilan dari usaha sambilannya berdagang, ‘kan?”
“Bukan itu maksudku. Apa Ibu yakin Jamal mau dengan Lala? Barangkali saja mimpinya hanya romantisme sesaat.”
Ibu tercenung. Aku yakin Ibu belum memastikan ini. Yang beliau tahu hanya Jamal yang bertingkah aneh. Itu saja. Selebihnya ia perkirakan sendiri. Sepertinya justru Ibulah yang ngebet ingin meminang Lala.
”Kupercayakan semua itu padamu.”
Walah! Berarti tugasku berlipat-lipat! Selain memastikan kesediaan Lala, aku pun harus memastikan perasaan adikku sendiri.
***
Ia diam. Sudah kuduga reaksinya begitu jika kutanyakan tentang kemungkinan perjodohannya dengan Lala.
“Kamu mencintainya?” Aku mengganti pertanyaan. Kali ini Jamal malah terkekeh.
”Mungkin… Entahlah. Rasanya tak wajar.”
Tentu saja tak wajar! Bagiku, mencinta karena sepotong mimpi hanya omong kosong. Lagi pula Jamal tak tahu seperti apa wajah dan kepribadian Lala dewasa ini. Aku pun tak tahu.
“Santai saja, Mal. Tak usah dipikirkan. Yang penting kita tiba dulu di sana,” kata Bang Rohim, suamiku.
***
Setiba di Surabaya, kami disambut keluarga Lala hangat.
”Wah, iki Jamal tho? Oala, wis gedhe yo?!” ucap Bulik.
Jamal hanya tersenyum. Apalagi saat pipi gendutnya dijawil Bulik seperti saat ia kanak-kanak dulu.
”Mana Lala, Bulik?” tanyaku saat tak mendapati anak semata wayangnya itu.
”Ada di dapur. Sedang bikin wedhang.”
Aku segera ke dapur. Aku sungguh penasaran seperti apa Lala sekarang. Kulihat seorang gadis di sana. Subhanalah, cantiknya! Ia mencium tanganku. Hmm, santun pula. Cukup pantas untuk Jamal. Tapi, aku harus menahan diri. Kata Bang Rohim, butuh pendekatan persuasif untuk menjalankan misi ini. Aku tak yakin aku bisa sehingga menyerahkan sepenuhnya skenario kepadanya.
Tak banyak yang dilakukan Bang Rohim selain meminta Lala menjadi guide setiap kami bertiga pergi ke pusat kota. Ia melarangku membicarakan soal perjodohan, pernikahan, pinangan atau apapun istilahnya kepada Lala. Katanya, kendati kami keluarga dekat, sudah lama kami tidak saling bersua. Bisa saja Lala memandang kami sebagai ”orang asing”. Upaya melancong bersama ini demi untuk mengakrabkan kembali Jamal, Lala dan aku. Kiranya ini dapat memudahkanku saat mengutarakan maksud kedatangan kami sesungguhnya nanti.
Malam ini saat dimana aku diperbolehkan suamiku mengungkapkan semuanya kepada Lala. Seharusnya memang begitu. Tapi Jamal mendahuluiku. Tak kusangka ia serius dengan perasaannya. Ia utarakan semuanya. Tentang mimpinya, tentang jatuh cinta, bahkan tentang pinangan.
“Mungkin Dik Lala menganggap ini konyol. Abang juga merasa begitu. Tapi, setidaknya sekarang Abang yakin dengan perasaan Abang. Jadi, mau tidak kalau Lala Abang lamar?”
Bukan manusia kalau Lala tidak kaget ditembak seperti itu. Ia tampak galau. Seperti aku dulu. Sayang Lala tak merespon seperti aku merespon pinangan Bang Rohim dulu.
“Maaf, Mas. Aku terlanjur menganggapmu sebagai kakak. Rasanya sulit untuk merubahnya.”
Berakhirlah. Sampai di sini saja perjuangan kami di Surabaya. Jamal tersenyum mengerti, namun kuyakini hatinya kecewa. Cintanya yang magis tak berakhir manis. Kami pulang ke Jakarta dengan penolakan.
Sejak hari itu, Jamal tak terlihat lagi melankolis. Ia kembali sibuk dalam aktivitasnya. Adikku itu benar-benar hebat. Kendati patah hati, ia tak mau larut dalam perasaannya. Bahkan, belakangan aku tahu ia belum menyerah. Setidaknya penolakan itu berhasil mengakrabkan kembali Jamal dengan Lala. Mereka berdua kerap berkirim SMS sekedar menanyakan kabar ataupun saling bercerita. Jamal betul-betul memandang ini sebagai peluang untuk mengubah pandangan Lala terhadapnya.
Waktu kian berganti hingga masa dimana Jamal mengutarakan lagi keinginannya itu. Sayang ditolak lagi. Begitu berulang hingga tiga kali.
Ayah dan Ibu prihatin melihatnya. Mereka tak bisa berbuat banyak. Keinginan mereka untuk menjodohkan saja keduanya Jamal tolak.
”Syarat orang yang menjadi calon istriku, haruslah tulus ikhlas menjadi pendampingku. Atas kemauannya sendiri, bukan pihak lain!” Begitu alasannya selalu.
Terserahlah apa katanya. Tapi ini sudah menginjak tahun kelima Jamal memelihara cinta tak kesampaian ini. Usianya kian mendekati kepala tiga. Cukup mengherankan ia tetap memeliharanya terus. Rasanya tak layak cinta itu dipelihara terus. Ia harus diberangus. Lala bukanlah gadis terakhir yang hidup di dunia. Untuk itu Ibu, Ayah dan aku kongkalikong untuk membunuh cinta Jamal. Sudah saatnya ia mempertimbangkan gadis-gadis lain. Kebetulan ada yang mau. Pak Haji Abdullah sejak lama ingin bermenantukan Jamal dan menyandingkannya dengan Azisa, anak sulungnya. Kami susun perjodohan tanpa sepengetahuan Jamal. Lantas, kami sekeluarga berusaha ”menghasut” Jamal untuk memperhitungkan keberadaan Azisa, temannya sejak SMU itu.
Alhamdulillah berhasil. Hati Jamal mulai terbuka untuk Azisa sehingga saat Pak Haji Abdullah meminta dirinya menjadi menantu, ia tak punya lagi pilihan selain mengiyakan.
***
Kesediaan Jamal memang sudah didapat, namun anehnya ia tak kunjung juga menentukan tanggal pernikahan. Kali ini naluriku sebagai kakak turut bermain. Rasanya Jamal tengah menghadapi masalah yang tak dapat dibaginya kepada siapapun, termasuk Azisa. Saatnya aku menjadi kakak yang baik untuknya.
”Entahlah, Mbak. Rasanya aku tak siap untuk menikah.”
Mataku terbelalak saat Jamal mengutarakan penyebabnya.
”Apa pasal?” tanyaku agak jeri. Aku tak berani membayangkan jika Jamal tiba-tiba membatalkan perjodohan. Keluarga kami bisa menanggung malu!
”Rasanya Azisa bukan jodohku.”
Aku semakin terkesiap. Aku mulai menduga-duga arah pembicaraannya.
”Lala-kah?” tanyaku. Jamal mengangguk pelan, namun pasti.
”Sebenarnya mimpi tempo hari itu tak sekonyong datang. Aku memintanya kepada Tuhan. Aku meminta Dia memberikan petunjuk tentang jodohku kelak. Dan yang muncul ternyata Lala!”
Aku kembali terdiam. Aku benar-benar payah. Sudah setua ini, masih saja tak dapat menjadi kakak yang baik buat Jamal. Aku bingung harus menanggapi bagaimana.
”Maafkan jika selama ini Mbak tak bisa menjadi kakak yang baik, Mal. Bahkan untuk masalahmu satu ini pun Mbak tak bisa menjawab. Hanya saja, kita tak akan pernah benar-benar tahu apa yang kita yakini benar itu sebagai kebenaran, Mal. Termasuk mimpimu. Mbak tidak tahu lagi harus menganggapnya omong kosong ataukah benar-benar pertanda. Kalaulah mimpi itu pertanda, pasti banyak sekali maknanya.”
”Kamu memaknainya sebagai cinta dan jodoh, Ibu memaknainya sebagai silaturahmi dan Ayah memaknainya sebagai tipikal istri ideal bagimu. Bukankah Azisa pun tak berbeda jauh dengan Lala? Mimpi itu nisbi, Mal.”
Jamal hanya mendesah pelan sambil memandang kejauhan. Mukanya masam. Mungkin tak menghendaki aku bersikap tak mendukungnya.
”Mungkin,” lanjutku, ”ini hanya masalah cinta saja. Mungkin hatimu masih hidup dalam bayangan Lala dan tak pernah sekali pun memberi kesempatan untuk dimasuki Azisa. Kau hidup di kehidupan nyata, Mal. Sampai kapan akan menjadi pemimpi?!”
Aku tersentak oleh ucapanku sendiri. Tak kuduga akan mengucapkan ini. Bukan apa-apa. Beberapa waktu lalu kami mendengar kabar Lala menerima pinangan seseorang. Kendati menyerah, aku yakin Jamal masih memiliki cinta untuk Lala. Ia pasti sakit. Aku betul-betul kakak yang tak peka. Aku menyesal. Aku peluk Jamal, menangis sesal.
Jamal turut menangis. Isaknya berenergi kekesalan, kekecewaan, kesepian, keputus-asa-an, bahkan kesepian. Aku terenyuh. Betapa ia menderita selama ini.
“Besok kita batalkan saja perjodohan dengan Azisa, Mal. Itu lebih baik ketimbang kau tak ikhlas menjalaninya nanti. Itu katamu tentang pernikahan, ‘kan? Kita bicarakan dulu dengan Ayah dan Ibu.”
Kupikir ini yang terbaik. Tak bijak rasanya tetap berkeras melangsungkan perjodohan di saat Jamal rapuh begini. Di saat Jamal terluka dan bimbang pada perasaannya. Biarlah keluarga kami menanggung malu bersama.
“Tidak. Kita teruskan saja. Aku ikhlas menjalani sisa hidupku bersama Azisa. Mungkin aku hanya membutuhkan sedikit menangis saja. Aku pergi dulu ke rumah Pak Haji untuk membicarakan ini. Assalamu’alaikum.”
Kutatap kepergian Jamal dengan perasaan tak tentu. Kalau diingat semua ini terjadi karena mimpi. Ya, Allah apakah benar mimpi itu pertanda-Mu? Jikalau benar kenapa sulit sekali terrealisasi? Jika pun tidak benar kenapa banyak orang mempercayai?
Aku terpekur. Maafkan aku adikku. Aku hanyalah insan, yang tak mampu menerjemahkan segala misteri-Nya, bahkan yang tersurat sekalipun. Aku hanya berusaha. Dia tetap yang menentukan. Maafkan aku.
* Juara Harapan IV Lomba Menulis Cerpen Ummi 2004.


Sumber : Majalah Ummi, No. 12/XVI April 2005/1426 H

READ MORE - sejarah indonesia

cara bikin blog

Belum punya blog??
Asal temen-temen tau, minum kopi memakan waktu lebih lama dari pada bikin blog.
what????? Iyo po..........??
gak percaya? oke, disini akan saya uraikan bagaimana cara bikin atau carabuat blog di blogger atau blogspot secara detail, cepat dan semoga bisa bermanfaat


Pertama kali ketikkan di browser anda http://blogger.com

lalu klik cara buat atau bikin blog 

A. kemudian isilah form berikiut ini:
1.alamat email anda (kudu wes duwe/harus punya)
2.ketik ulang email
3.buat pasword anda, sebaiknya kombinasikan angka dan huruf (eX: ciNta123409)
4.ketik ulang pasword atau sandi (eX: ciNta123409)
5.verivikasi kata yang ada
6.ceklis pada tulisan saya menerima persyaratan
7. klik lanjutkan

B.JUDUL BLOG
1. Bikin judul blog anda misalnya kumpulan mahasiswa unja
2. Masukkan url atau alamat blog misal (http//jambitersenyum.blogspot.com)
3. Klik lanjutkan

C. PILIH TEMPLATE YANG ANDA SUKA
1. pilih layout atau template yang anda inginkan
2. untuk templat yang lebih keren silahkan downloud di btemplates.com
3. lalu mulailah ngebloging

 Cepat khan??
Trus............apa aja sih  komponen dalam blog?
oke simak yo......

DASHBOARD/CONTROL PANEL

Dashboard atau Control Panel merupakan pusat pengaturan dari bloganda.Melalui halaman Dashboard inilah anda dapat memodifikasi blogseperti menambahkan tulisan,mengganti template,menambahkan video,dan lainnya.
Adapun cara masuk ke halaman Dashboard bisa menggunakan salah satucara berikut ini:
1)Buka browser dan masukkan ke www.blogger.com
2)Pada menu login,masukkan email beserta password yang telah Andadaftarkan di Blogger.
3)Untuk membuat tulisan/postingan baru,klik saja Buat Entri Baru,dan jika sudah selesai jangan lupa klik keluar/Sign Out yang ada di pojok kanan atas.

Membuat Tulisan Baru
Untuk membuat ataupun menambahkan tulisan baru Blogger, caranya adalah sebagai berikut:
1.Masuklah kehalaman Dashboard dan klik Entri baru.
2.Berikan judul tulisan Anda,lalu pada kotak di bawahnya mulailah menulis. Jika udah selesai, klik Terbitkan Entri.
3.Klik Lihat Blog di jendela baru dan lihatlah hasilnya.

Mengedit Tulisan
Jika Anda ingin mengedit kembali tulisan yang sudah terlanjur Andaterbitkan,maka caranya adalah:
1.Masuklah kedalam halaman Dashboard dan klik Edit Entri.
2.Klik Edit yang ada di sebelah kiri judul tulisan,dan jika Anda ingin menghapus tersebut, klik Hapus yang ada di sebelah kanan.
3.Sekarang editlah tulisan Anda, dan jika sudah selesai klik Terbitkan Entri.
4.Lihatlah hasilnya.



Mengganti template
Apabila anda sudah bosan yang terpasang pada blog,jangan khawatir karena anda masih bisa menggantinya kok.Blogger telah menyediakan puluhan jenis templete,Adapun cara menggantinya adalah:
1.Masukkan ke dalam halaman dashboard>klik Tata Tetak.
2.Klik Pilih Template Baru.
3.Pilihlah salah satu template yang anda sukai dengan memberikan tanda titik,lalu klik Simpan Template.
4.Lihatlah blog anda sekarang.

Mem-backup Template
Jika anda sering gonti-ganti pasangan (maksud saya gonta-ganti template) pada blog, sebaiknya anda mem-backup template utamaanda.Jika nanti terjadi error, anda masih bisa mengembalikan ke templatelama yang telah anda backup tersebut .caranya:
1.Masuklah ke dalam halaman dashboard > klik tata letak > klik edit Htlm>klik Download Tempalate.
2.Pilih Save File (jika menggunakan Mozilla) dan klik OK.
3.Tentukan arah penyimpanan,beri nama dan klik Save.

Mengganti Template
Bosan dengan template yang disediakan oleh Blogger, jangan khawatir,anda bisa mendapat template gratis pada situs-situs yang tersebar di internet.salah satunya adalah www.btemplates.com. 
Caranya:
1.Kunjungi situs www.btemplates.com,lalu pilihlah model template yanganda sukai.
2.Anda juga bisa mencari berdasarkan kategori yang ada.
3.Jika anda sudah menemukan template favorit klik saja satu kali, lalu klikdownload.
4.Pilih save untuk menyimpan dan klik OK.
5.Tentukan arah penyimpanan dan klik Save.
6.Jika File telah selesai anda download,file biasanya berbentuk zip.
7.Anda harus mengekstraknya terlebih dahulu, caranya adalah klik kanan file tersebut dan klik Extract Here (pastikan di komputer anda telah terinstal program untuk ekstraksi) maka hasil ekstraksi akan tampil.
8.Sekarang untuk memasang template yang anda download padablog,caranya masuklah ke dalam halaman Dashboard dan klik Tata Letak>Edit HTML.
9.Klik Browse dan cari template yang telah anda download tadi.
10.Setelah ketemu,buka template anda dengan cara klik Open.
11.Untuk memasukkan template klik Unggah.
12.Setelah berhasil anda masukkan,biasanya terdapat peringatan,baca baik-baik,dan jika anda setuju klik saja konfirmasi dan Simpan.
13.Klik Lihat Blog dan lihatlah hasilnya.
Selain Btemplates,masih banyak situs-situs ataupun blog lain yangmenyediakan template gratis.Berikut ini beberapa daftarnya:
• www.bloggerbuter.com
• http://blogtemplate4u.com/
• www.freeblogger-templates.blogspit.com
• www.blogger-templates.blogspot.com
• www.finalsense.com
• www.ourblogtemplates.com
• www.bloggerstyles.com
• www.eblogtemplates.com
• www.blogspottemplate.com

Mengedit Profile
Sebagai pemilik blog, pasti anda ingin dikenal dan diketahui oleh seluruh pengunjung. Nantinya pengunjung akan bilang begini ”Ohhh...ini ya orang punya blog, cakep banget ya!”. Untuk itu anda harus mengisi dan mengedit profile pada blog anda.
Caranya adaunh sebagai berikut:
1.Masuklah ke halaman Dashboard / Contol Panel Blog dengan cara login dulu.
2. Klik Edit Profile, akan ditampilkan halaman Edit Profile Pengguna.isilah form yang telah disediakan dan apapun yang anda perlukan.
3.Jangan lupa isi foto anda,caranya pada url foto klik Browse dan cari fotoanda lalu Open (sebelumnya anda harus menyediakan foto terlebih dahulu).
4.Jika semua telah anda isi, klik Simpan Profile.
5.Klik Lihat Profile yang telah diperbarui.
6.Akan ditampilkan profile yang telah diperbarui.
7.Sukses, sekarang coba buka blog anda,pasti ada foto penampakan

Pengaturan Tata Letak
”Lhoo...kok posisi profilku tidak berada di urutan paling atas, gimana mengubahnya?” Mungkin itu kata-kata yang keluar jika anda pernah mengalaminya.
Terus bagaimana dong cara mengatasinya? Oke, ikuti saja trik berikut ini
1. Masuklah kehalaman dashboard blogger anda
2. Klik menu tata letak
3. Geserlah bagian yang anda sukai dengan cara menyeret atau menarik sesuai keinginan anda, anda juga dapat memindahkan opsi yang andainginkan.
4. Jika sudah klik simpan dan lihatlah blog
5. Jriiiiieeeeng......sukses. lihat hasilnya

Membuat Kategori
Kategori merupakan fsilitas yang sudah disediakan blogger untuk mengelompokkan postingan yang telah kita buat. Dengan adanya kategori ini maka postingan kita tidak akan bercampur menjadi satu. Misalnya saja kategori Internet, Hardware, Anti Virus, dan lainnya. Adapun caramembuatnya adalah sebagai berikut:
1. Masuklah ke halaman Dashboard > klik Tata Letak.
2. Klik Tambah Gadget > klik tanda plus pada Label.
3. Berikan judul kategori anda lalu klik Simpan
Memasukkan Tulisan dalam Kategori
1. Buatlah tulisn baru seperti biasa, dan sebelum menyimpan pada kotak Label untuk entri ini tulislah nama Kategori /Label anda lalu klik terbitkan entri
2. Lihatlah hasilnya.
READ MORE - cara bikin blog

 
 
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...